Inilah Tips Membuka Usaha Rental Kamera

  • Whatsapp

Camera merupakan satu alat yang tak dapat terlepas yang namanya “Liburan”, ntah sendiri, berdua atau berbarengan keluarga. Camera serta photo nampaknya tak pernah terlepas dari satu kejadian yang benar-benar mempunyai nilai untuk kita, ditambah lagi kejadian itu cuma berlangsung sekali serta tak pernah terulang kembali seumur hidup, seperti acara pernikahan dan sebagainya. Walau sekarang handphone yang harga 200 beberapa ribu telah ada spek kameranya tapi rata-rata orang di dunia ini tak dapat bahagia dengan yang dimiliknya. Banyak orang sekarang telah memakai style camera DSLR yang dapat menyimpan kejadian dengan hasil memberi kepuasan atau camera yang sekarang berubah menjadi tranding tema yakni Action Cam (camera untuk traveler). Tapi banyak orang itu kedudukannya berlainan, ada yang dapat beli, ada pula yang tak dapat. Disini kesempatan usaha terbuka lebar untuk mereka yang bisa membisniskan alat mereka untuk costumer.

Read More

Tapi di sini kita bakal membicarakan bagaimanakah cara kita bisa memakai kesempatan usaha ini tidak dengan modal atau tidak dengan beli camera yang harga juta-an rupiah. Ada banyak perihal yang wajib kita punyai untuk mengawali usaha sewa camera atau layanan photo ini. Yang pertama kita bakal membicarakan perihal bagaimana kita bisa berwiraswasta persewaan camera.

1. Usaha Persewaan Camera Tidak dengan Modal

Ada banyak perihal yang wajib kita penuhi lebih dahulu :

Yang pertama, yakni kita mesti punyai keahlian atau kekuatan untuk mendalami beberapa komponen dari suatu camera, metode merawatnya serta tekhnik-tekhnik basic photografi (kalian dapat belajar dengan pribadi lewat internet atau mohon pertolongan kawan photografer untuk mengajarinya)

Ke dua, kalian punyai kawan satu orang photografer atau kawan yang punyai camera tapi jarang-jarang diperlukan.

Ke-3, kita mesti punyai persetujuan dengan kawan kita jika bakal berwiraswasta dengannya. Terpenting membicarakan perihal keuntungan serta persetujuan apabila barang itu rusak apabila kita sewakan. Untuk problem keuntungan kita bikin persetujuan untuk membagi keuntungan sebab kita saling kerja serta cari pendapatan. Kita dapat bikin persetujuan kita abil 25%-40% hasil dari sewa. Kenapa kita cuma mendapatkan keuntungan 25%-40%? Sebab kita tak bermodal apa-apa jadi jangan banyak-banyak mengambil keuntungannya.

Ke empat, kita bisa pasarkan persewaan camera itu. Untuk problem pemasaran kita mesti sepandai-pandainya barangkali bisa menarik hati costumer. Yakni dengan membuat promosi atau penawaran-penawaran menarik yang lain. Menurut saya sekarang untuk pasarkan barang atau layanan sangat ringan sebab terdapatnya internet serta media sosial, kita bisa memostingnya di OLX, Facebook, Website atau lainnya tidak dengan keluarkan ongkos buat.

Ke-5, yang jangan kelewatan yakni kita mesti bisa mengetahui elemen, kekurangan serta metode perawatan camera secara baik. Jika ada kerusakan sehabis proses persewaan kita bisa ketahui serta bisa memohon pertanggung jawaban dari costumer kita (Awal kalinya telah berubah menjadi persetujuan di antara ke dua faksi).

Ke enam, kita bisa memakai kesempatan, seperti kala berlibur kita tingkatkan harga tapi kita harus juga memberikannya promosi supaya costumer tertarik.

2. Usaha Layanan Photo (Photografer Bayaran)

Ada banyak perihal penting yang wajib kita kuasai apabila kita ingin berwiraswasta layanan photo, ntah di acara pernikahan ataupun, pesta, ataupun di wisata.

Pertama, untuk problem alat barangkali kita bisa pinjam atau sewa dari kawan kita. Jika dapat punyai camera sendiri supaya kita nyaman menggunakannya (untuk yang punyai uang). Untuk acara pernikahan “Wedding” serta photo studio barangkali jika pengin beli perlengkapannya benar-benar mahal. Oleh karena itu bagaimana sebisa-bisanya kita berwiraswasta namus tidak dengan modal. Kita bisa turut menopang kawan kita yang telah berubah menjadi photografer bayaran, serta peranan kita jadi pembantu photo serta jadi yang pasarkan. Keuntungannya tidak juga kalah dengan persewaan camera.

Ke dua, seandainya kita ingin berubah menjadi photografer pembantu “second photograph” jadi kita mesti dapat kuasai tekhnik-tekhnik photografi. Tapi apabila ingin berubah menjadi edior kita mesti dapat kuasai pengetahuan revisi photo akan tetapi alangkah ada baiknya apabila bisa kuasai keduanya baik untuk layanan photo pernikahan, pesta ataupun photo di object wisata.

Ke-3, mesti cerdas memakai kesempatan, seandainya kala musim berlibur kita berubah menjadi traveler photografi atau layanan photo di object wisata (sebab rumah saya dekat dengan sejumlah wisata). Kala musim pernikahan kita jual layanan photo kita di acara pesta perinikahan. Utamanya kita fleksibel untuk memakai peluang yang ada serta bisa membuahkan uang.

Tersebut sedikit ide untuk usaha persewaan camera serta layanan photo sama dengan pengalaman saya. Utamanya untuk berwiraswasta itu tak mesti keluarkan uang, yang utama kita punyai kemampual (kemampuan) untuk menguasainya. Mudah-mudahan artikel ini bisa berguna untuk pembaca serta untuk yang pengin coba mudah-mudahan sukses serta keuntungannya bisa ditabung untuk selanjutnya supaya kita dapat punyai modal untuk usaha yang semakin besar.

 

sumber:fa-creative.blogspot.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *